Laksana orang dalam perjalanan, ia butuh sebuah peta yang bisa menuntunnya menuju tujuan. Siapapun orangnya, pastilah butuh sebuah referensi kemana harus membuat pilihan. Selera makan, gaya hidup, sistem kerja akan merujuk ke sebuah model yang dipakai sebagai rujukan. Setelah cukup tua, bisa jadi orang tersebut sudah membuat referensi tersendiri. Dan referensi ini menjadi suatu rangkuman yang telah ia kumpulkan sepanjang hidupnya. Sumbernya dari macam-macam, seperti orang tua, sanak saudara, keluarganya, hasil belajarnya, dsb.
Orang yang tidak punya referensi, ibarat orang mengoperasionalkan mesin baru tanpa buku panduan. Ia akan mencoba pencet sana-sini. Bila tiba-tiba ada yang macet dan tidak jalan, barulah ia akan melihat panduannya. Tetapi hal ini sudah terlambat. Alangkah bagusnya, sebelum dia memperlakukan mesinnya itu, ia membuka buku panduannya, membacanya, dan barulah menjalankan mesinnya.
Harapannya, kita semua bisa menemukan referensi yang tepat, yang tidak hanya mengarahkan kemana hidup ini, tetapi juga menjadi panduan dalam setiap mengambil keputusan.
