
Bagaimana mungkin Allah bertobat? Apa itu berarti Allah berbuat salah? Itulah makna bacaan hari ini. Saat Allah melihat umat yang dikasihiNya menyembah patung lembu emas, Ia pun marah besar. Dengan kekuatan marahNya, ia berjanji akan menghancurkan umatNya yang tidak tahu malu itu.
Namun demikian, Musa dengan pelan-pelan memohon dan mengingatkanNya. Bukankah Ia telah berjanji kepada Abraham, Ishak dan Yakub akan melindungi umatNya sampai akhir zaman. Dengan kesadaran diri sebagai manusia pendosa, Musa mengetuk hati Tuhan yang penuh belas kasih dan murah hati. Musa sadar betul betapa keras dan dekilnya umat Israel. Ternyata oleh doa Musa, Allah pun bertobat dan membatalkan hukumanNya.
Masa prapaska memang berfokus pada Tuhan, yang terus memberi kesempatan kepada manusia untuk berubah. Allah pun berubah bila manusia itu berubah. Allah begitu bergembira bila ada umatnya yang bertobat. Sikap hati Allah inilah yang hendaknya terus menjadi fokus perhatian kita.
REFLEKSI: kemanakah arah pertobatan kita? Jangan-jangan kesulitan pertobatan muncul karena fokusnya yang salah, yaitu diri sendiri yang rapuh. Bisakah pertobatan kita diarahkan demi kebahagiaanNya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar