Sabtu, 21 Maret 2009

Cinta yang mendahului


Salah satu problem hidup yang dihadapi oleh setiap insan adalah keyakinan bahwa dirinya adalah makhluk yang dicinta. Jauh lebih mudah mencari data-data dimana seseorang tidak dicintai. Data ini bisa berasal dari orang tua, keluarga, lingkungan sekitar, sekolah, warna suku, daerah, dll.
Namun kiranya tugas kita yang paling pokok bukanlah mencari data kebencitan, melainkan justru menemukan kenyataan dan bukti cinta dari orang lain. Bahwa kita masih hidup dengan segala kesulitannya, menunjukkan bahwa kita masih dicintai. Dan sumber kehidupan ini adalah Sang Hidup itu sendiri. Kalau orang masih hidup, pertanda bahwa Sang Hidup masih memberi kesempatan kita untuk hidup.
Injil hari ini yang berkisah mengenai percakapan antara Yesus dan Nikodemus, menunjukkan bahwa Allah telah mendahului dan terus menerus mencintai manusia. Bahkan Ia memberikan PutraNya sendiri yang terkasih untuk manusia. Dari awal sampai akhir, Allah menunjukkan cintaNya yang mendahului segala cinta kita. Kalau orang sulit menemukan dirinya dicintai, ingatlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan cintaNya kepada setiap dari kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar